Selasa, 21 Juni 2011

Kamboja Jepang Ku



Meski diberi nama Kamboja Jepang, namun tanaman ini sesungguhnya berasal dari daratan rendah di Benua Afrika.
Karena mempunyai karakter iklim yang sama dengan tanaman di Indonesia, yang tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan air banyak, sehingga bunga Kamboja Jepang ini mudah dikembangkan di iklim tropis Indonesia.
Untuk mendapatkan varian yang diinginkan, dapat memadupadankan tanaman lokal dengan varian Kamboja Jepang dari berbagai negara. Seperti dari Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Amerika Latin dan sebagian Jepang.
Pengembangan dimulai dari proses grafting atau okulasi. Bonggol tanaman kamboja pilihan, disatukan dengan batang tanaman lain yang telah diseleksi pula. Lalu dibungkus dengan plastik, dan dibiarkan selama kurang lebih 2 minggu sampai 1 bulan. Hingga muncul tunasnya.
Tanaman adenium pun berkembang seperti yang diharapkan. Untuk merawat bunga adenium obesum tidaklah sulit. Adenium obesum adalah jenis tanaman kering yang dapat diletakkan terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Tercatat sejak 5 tahun yang lalu, varian tanaman ini telah dikembangkan lebih dari 100 jenis.
Semakin unik dan bentuk bonggolnya, semakin mahal pula harga jualnya. Bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Di tengah surutnya pamor pohon bonsai, adenium obesum justru menjadi trend. Tak hanya sebatas penghias taman atau ruangan, bahkan dimanfaatkan sebagai parcel atau hadiah untuk seseorang.
Di Indonesia sendiri, pasar adenium cukup bagus dibanding negara asalnya. Peluang bisnis tanaman berbonggol unik inipun masih terbuka lebar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar