By : Mario Teguh
"Cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah segera bangun, dan bekerja keras".
Mudah-mudahan Anda termasuk pribadi yang SIBUK.
Karena, Dia yang lemah dan paling kecil - tetapi sibuk, akan lebih berhasil daripada dia yang kuat dan cerdas tetapi lamban dan malas.
Memilki impian yang besar atau tidak, tugas kita adalah memulai, melanjutkan, bertahan, dan meneruskan.
Tugas kita bukanlah untuk berhasil.
Tugas kita adalah untuk mencoba.
Minggu, 07 Februari 2010
MENGEJAR KELINCI
By : John Y. Rusly
Ada sebuah kisah Tiongkok yang saya dengar
Seorang murid berkata pada gurunya,
"Guru, bila saya belajar tidak hanya dari Anda, tetapi juga dari guru-guru yang lain, bukankah ilmu saya akan berlimpah ?"
Sang guru tersenyum, menatap lembut sang murid, lalu berkata,
"Dia yang mengejar mengejar dua kelinci (pada waktu bersamaan), tidak akan mendapatkan kelinci!"
Sang murid bingung, dan terpekur;
"Bukankah 1+1 =2, dan 2+2=4 ? artinya 2 guru + 2 guru = 4 ilmu ? ".
Sang guru, seakan-akan dapat membaca pikiran muridnya, melanjutkan;
"Dalam kehidupan ini, tidak semua ilmu yang kamu pelajari akan terpakai. Hanya segelintir ilmu yang akan kamu gunakan untuk memperbaiki kualitas hidupmu".
"Hidup ini terlalu singkat, untuk dapat mempelajari semua ilmu. Bila kamu mempelajari semua ilmu, lalu memilah-milah ilmu yang terbaik untukmu, kapankah kamu punya waktu untuk menerapkannya ?"
"Tujuan belajar adalah bukan untuk mengetahui, tetapi untuk menerapkan, untuk kemakmuran dan kebahagiaanmu, serta masyarakat di sekelilingmu".
Sang murid, dengan mimik muka serius, bertanya;
"Lalu, bagaimanakah caranya mendapatkan ilmu terbaik, yang terhebat dan dalam waktu cepat mengantarkan kita pada kesuksesan ?".
Sang guru, kembali tersenyum, dan menjawab dengan lembut,
"Tidak ada guru yang terbaik, dan tidak ada ilmu yang terbaik. Yang terbaik tahun lalu, belum tentu terbaik di tahun mendatang."
"Lalu, siapakah yang terbaik?"
"Semua ilmu itu baik, asal cocok dengan pengguna ilmunya. Kecocokan dalam bakat, sifat, kepribadian dan juga kecenderungan si pengguna, akan sangat menentukan kecepatan penguasaan ilmu tersebut".
"Daripada menghabiskan waktu untuk mencari banyak ilmu, lalu memilah-milah yang terbaik, bukankah lebih mudah bagimu untuk mencari hanya seorang guru yang sesuai, lalu Anda belajar sebanyak-banyaknya, dan sedalam-dalamnya, dari Beliau ?"
Sang guru mengakhiri percakapan dengan sebuah renungan.
"Dalam kehidupan, manusia lebih menghargai banyak dari pada dalam".
Manakah yang lebih berarti bagi Anda;
Banyak bisnis yang membuat kepala pening, atau satu bisnis yang membuat Anda untung besar ?
Banyak proyek yang tidak selesai, atau satu pekerjaan yang mendapatkan pujian ?
Banyak ilmu yang belum diterapkan, atau satu ilmu yang menghasilkan banyak ?
Ah, alangkah sederhananya hidup ini ..
Mengapa harus dibuat rumit?
~~~~~~~~
Ada sebuah kisah Tiongkok yang saya dengar
Seorang murid berkata pada gurunya,
"Guru, bila saya belajar tidak hanya dari Anda, tetapi juga dari guru-guru yang lain, bukankah ilmu saya akan berlimpah ?"
Sang guru tersenyum, menatap lembut sang murid, lalu berkata,
"Dia yang mengejar mengejar dua kelinci (pada waktu bersamaan), tidak akan mendapatkan kelinci!"
Sang murid bingung, dan terpekur;
"Bukankah 1+1 =2, dan 2+2=4 ? artinya 2 guru + 2 guru = 4 ilmu ? ".
Sang guru, seakan-akan dapat membaca pikiran muridnya, melanjutkan;
"Dalam kehidupan ini, tidak semua ilmu yang kamu pelajari akan terpakai. Hanya segelintir ilmu yang akan kamu gunakan untuk memperbaiki kualitas hidupmu".
"Hidup ini terlalu singkat, untuk dapat mempelajari semua ilmu. Bila kamu mempelajari semua ilmu, lalu memilah-milah ilmu yang terbaik untukmu, kapankah kamu punya waktu untuk menerapkannya ?"
"Tujuan belajar adalah bukan untuk mengetahui, tetapi untuk menerapkan, untuk kemakmuran dan kebahagiaanmu, serta masyarakat di sekelilingmu".
Sang murid, dengan mimik muka serius, bertanya;
"Lalu, bagaimanakah caranya mendapatkan ilmu terbaik, yang terhebat dan dalam waktu cepat mengantarkan kita pada kesuksesan ?".
Sang guru, kembali tersenyum, dan menjawab dengan lembut,
"Tidak ada guru yang terbaik, dan tidak ada ilmu yang terbaik. Yang terbaik tahun lalu, belum tentu terbaik di tahun mendatang."
"Lalu, siapakah yang terbaik?"
"Semua ilmu itu baik, asal cocok dengan pengguna ilmunya. Kecocokan dalam bakat, sifat, kepribadian dan juga kecenderungan si pengguna, akan sangat menentukan kecepatan penguasaan ilmu tersebut".
"Daripada menghabiskan waktu untuk mencari banyak ilmu, lalu memilah-milah yang terbaik, bukankah lebih mudah bagimu untuk mencari hanya seorang guru yang sesuai, lalu Anda belajar sebanyak-banyaknya, dan sedalam-dalamnya, dari Beliau ?"
Sang guru mengakhiri percakapan dengan sebuah renungan.
"Dalam kehidupan, manusia lebih menghargai banyak dari pada dalam".
Manakah yang lebih berarti bagi Anda;
Banyak bisnis yang membuat kepala pening, atau satu bisnis yang membuat Anda untung besar ?
Banyak proyek yang tidak selesai, atau satu pekerjaan yang mendapatkan pujian ?
Banyak ilmu yang belum diterapkan, atau satu ilmu yang menghasilkan banyak ?
Ah, alangkah sederhananya hidup ini ..
Mengapa harus dibuat rumit?
~~~~~~~~
Misteri Rokok Meledak
Makin Banyak Saja Bahaya Merokok
sumber : DetikNews
Lima gigi Andi Susanto rontok gara-gara rokok yang diisapnya meledak. Insiden ini menambah panjang daftar bahaya merokok selain kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.
"Yang pasti merokok itu berbahaya. Kalau insiden ini benar karena rokok yang diisap berarti makin bertambah saja bahaya merokok," kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).
Setyo melihat insiden ini sebagai pelajaran bagi para pengisap rokok untuk berhenti merokok. "Bahayanya kan sudah nyata jadi lebih baik dihentikan saja kebiasaan itu," seru aktivis Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) ini.
Insiden rokok meledak di mulut Andi terjadi Kamis 28 Januari 2010. Rokok itu dibeli dari warung tetangganya. Dia membeli satu bungkus. Batang pertama dan kedua, Andi baik-baik saja. Tapi pada isapan batang ketiga, rokok meledak. (nal/nrl)
HA HA HA .... bukan rokok tuh yang diisap, lagi mabuk kali ... petasan cabe rawit dikirain rokok .......
sumber : DetikNews
Lima gigi Andi Susanto rontok gara-gara rokok yang diisapnya meledak. Insiden ini menambah panjang daftar bahaya merokok selain kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.
"Yang pasti merokok itu berbahaya. Kalau insiden ini benar karena rokok yang diisap berarti makin bertambah saja bahaya merokok," kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).
Setyo melihat insiden ini sebagai pelajaran bagi para pengisap rokok untuk berhenti merokok. "Bahayanya kan sudah nyata jadi lebih baik dihentikan saja kebiasaan itu," seru aktivis Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) ini.
Insiden rokok meledak di mulut Andi terjadi Kamis 28 Januari 2010. Rokok itu dibeli dari warung tetangganya. Dia membeli satu bungkus. Batang pertama dan kedua, Andi baik-baik saja. Tapi pada isapan batang ketiga, rokok meledak. (nal/nrl)
HA HA HA .... bukan rokok tuh yang diisap, lagi mabuk kali ... petasan cabe rawit dikirain rokok .......
LEADERSHIP
Who is leader ? Siapa Bos anda ? Bagaimana anda ingin diperlakukan sebagai anak buah, bagaimana keteladanan yang ingin anda dapatkan ? Hal-hal tersebut seharusnya tidak berhenti hanya sebatas keluhan atau omong-omong belakang panggung yang tidak berarti apa-apa.
Jika kita membuka buku2 diktat kita akan sering menemui banyak pembahasan-pembahasan klasik tentang pertanyaan2 dasar seorang leader. Apakah ia dilahirkan ? (alias mempunyai bakat tertentu ketika dilahirkan) Apakah dia dapat dibentuk ? (siapapun bisa asal dilatih dalam lingkungan yang tepat). Sampai saat ini kedua hal tersebut tetap memperoleh porsinya dalam perdebatan panjang. Pembahasan klasik lain adalah tentang gaya kepemimpinan, dari sekedar bos begitu ditakuti shg anak buahnya bersikap ABS, sampai dengan Bos yang mau "turun kebawah", walaupun tetap saja ujung-ujungnya berorientasi hasil pula. Walaupun leader anda baik, tapi anak buah tidak dapat bekerja maksimal tetap saja ada yang kurang dari kepemimpinan itu. Bagi mereka yang sudah berpengalaman bertahun2, dimana leadership sense itu sudah mengakar, mudah saja setiap case dihadapi dengan cara yang berbeda-beda, sehingga sering kita mendengar sekelompok orang yang hanya mau dipimpin orang tertentu, atau banyak masalah tidak tuntas tanpa kehadiran seseorang tertentu .. seakan2 dia tak tergantikan. Namun benarkah demikian.
Diluar kemampuan2 teknis, sekarang leadership bukan jamannya lagi memilih gaya kepemimpinan. Kalau tim anda ingin maju, organisasi yang anda pimpin ingin mencapai goalnya. Adalah hal-hal mutlak yang harus dimiliki dan terus diterapkan apapun jenis kepribadian yang anda punyai. Minimal penulis ada 4 hal keharusan yang harus dilakukan seorang leader dalam sikapnya terhadap anak buah dan 4 hal pula yang harus dihindari.
--- 4 Hal positif :
Menjadi Coach => anda harus menjadi pelatih bagi anak buah anda, kenapa demikian ? karena ada suatu saat dimana ada tidak mungkin mendapat ragam anak buah yang ideal. Pasti ada kekurangan di sana-sini, anda tidak boleh hanya memarahi orang saja. Karena marah hanya berakibat anak buah tidak belajar tapi terfokus menyembunyikan kesalahan apapun caranya. Pointnya disini anda menjadi leader karena mempunyai "kemampuan" lebih, nah tularkan kemampuan itu pada anak buah anda, sehingga segalanya bukan anda yang perlu turun tangan sendiri.
Menjadi Conselor => anda harus menjadi conselor, hal ini wajar setelah anda menjadi pelatih yang mengajarkan segala sesuatu tentang kemampuan bekerja, selalu ada hal-hal yang unik dari tiap masalah, anak buah butuh tempat berkonsultasi, tempat bertanya, agar kualitas pekerjaannya semakin sempurna. Larangan keras untuk berkata " Itu kan pekerjaanmu, masak begitu saja tidak bisa ! "
Menjadi Coordinator => anda harus menjadi coordinator, setiap tugas mempunyai spesifikasi pembagian keahlian tersendiri, pepatah "the right man on the right place" menjadi mutlak disini. Kesalahan anak buah sebenarnya adalah point terakhir yang harus ditindak jika terjadi kegagalan tugas. Karena tatacara koordinasi pelaksanaan tugas itulah yang memungkinkan apakah anak buah bekerja maksimal atau tidak. Jika sedikit saja ada koordinasi yang salah dapat "mengacaukan" keseluruhan rencana. Oleh karena itu penting kiranya leader itu mempunyai visi dan perencanaan yang terus dikaji potensi keberhasilannya.
Menjadi Commando => anda yang merencanakan, anda pula yang harus menjadi contoh di depan. Tidak sebaliknya menjadikan anak buah sebagai "kelinci percobaan". Anda adalah sopir kendaraan besar organisasi anda, jadi anda yang menentukan arah organisasi. Jangan berpikir "belajar dari kesalahan yang dialami" ini berarti anda berpikir menunggu ada korban baru organisasi dapat belajar. Justru sebaliknya anda sudah harus dapat melihat potensi problem dan menemukan celah solusi selanjutnya anda yang mengarahkan tim anda untuk bergerak menuju solusi tersebut. Nah disinilah, disiplin anda tanamkan sebagai keseragaman arah kerja.
--- 4 Hal Negatif,
Menjadi Sok kuasa/ Nge-Boss, tidak ada gunanya menjadi orang yang selalu ditakuti, dan dituruti perintahnya karena hal ini menjebak dan memperbodoh pikiran anda sendiri untuk kreatif menyelesaikan masalah dengan cara terbaik bersama anak buah
Menjadi sekedar Messenger, kalau anda dibayar "lebih" hanya untuk sekedar menjadi penyampai pesan dari bos besar anda, betapa rugi perusahaan anda. Sebaiknya sewa saja mikropon saja. Karena Bos besar memang message-nya akan selalu singkat, nah perlu ada pengejawantahan dalam perintah2 aplikatif agar roda organisasi berjalan lancar
Menjadi lips sticker, anda tidak boleh hanya "berlindung" dibalik ucapan-ucapan orang yang lebih berkuasa padahal belum tentu benar. Anda tidak bisa memakai kalimat sakti .." .. menurut petunjuk Bapak Pimpinan .." untuk menyelesaikan setiap masalah yang terjadi.
Menjadi seorang "Watch-Dog", sekedar berdiri mengawasi dengan tampang jutek, mencari-cari kesalahan anak buah juga harus dihindari. Karena semakin anda mencari kesalahan orang lain, orang lain tidak akan terfokus bekerja dengan baik namun sebaliknya hanya akan sibuk sendiri berusaha "kucing-kucingan" menyembunyikan kesalahan dengan berbagai cara. Akibatnya sudah jelas produktivitas tidak akan berkembang karena segala sesuatu dikerjakan denga penuh keterpaksaan
nah point-point diatas penting kiranya untuk diperhatikan , silakan anda renungkan sudahkah keempat hal diatas selalu anda lakukan. Atau jika anda belum mendapat kesempatan mendapat "cobaan" sebagai pemimpin, semoga hal-hal tersebut diatas menjadi inspirasi bagi perbaikan yang akan anda bawa dalam organisasi/tim yang kelak anda pimpin.
Siapapun anda, terlahir dengan bakat leadership atau tidak, anda tetap harus belajar menjadi pemimpin dimana pointnya bukan menjadi orang yang memerintah dan diberi kekuasaan. Pemimpin sudah seharusnya menjadi seorang pelayan mengatur hidangan menu organisasi agar semua anggotanya dapat menyantap dengan nikmat
~~~~~~~~~
Jika kita membuka buku2 diktat kita akan sering menemui banyak pembahasan-pembahasan klasik tentang pertanyaan2 dasar seorang leader. Apakah ia dilahirkan ? (alias mempunyai bakat tertentu ketika dilahirkan) Apakah dia dapat dibentuk ? (siapapun bisa asal dilatih dalam lingkungan yang tepat). Sampai saat ini kedua hal tersebut tetap memperoleh porsinya dalam perdebatan panjang. Pembahasan klasik lain adalah tentang gaya kepemimpinan, dari sekedar bos begitu ditakuti shg anak buahnya bersikap ABS, sampai dengan Bos yang mau "turun kebawah", walaupun tetap saja ujung-ujungnya berorientasi hasil pula. Walaupun leader anda baik, tapi anak buah tidak dapat bekerja maksimal tetap saja ada yang kurang dari kepemimpinan itu. Bagi mereka yang sudah berpengalaman bertahun2, dimana leadership sense itu sudah mengakar, mudah saja setiap case dihadapi dengan cara yang berbeda-beda, sehingga sering kita mendengar sekelompok orang yang hanya mau dipimpin orang tertentu, atau banyak masalah tidak tuntas tanpa kehadiran seseorang tertentu .. seakan2 dia tak tergantikan. Namun benarkah demikian.
Diluar kemampuan2 teknis, sekarang leadership bukan jamannya lagi memilih gaya kepemimpinan. Kalau tim anda ingin maju, organisasi yang anda pimpin ingin mencapai goalnya. Adalah hal-hal mutlak yang harus dimiliki dan terus diterapkan apapun jenis kepribadian yang anda punyai. Minimal penulis ada 4 hal keharusan yang harus dilakukan seorang leader dalam sikapnya terhadap anak buah dan 4 hal pula yang harus dihindari.
--- 4 Hal positif :
Menjadi Coach => anda harus menjadi pelatih bagi anak buah anda, kenapa demikian ? karena ada suatu saat dimana ada tidak mungkin mendapat ragam anak buah yang ideal. Pasti ada kekurangan di sana-sini, anda tidak boleh hanya memarahi orang saja. Karena marah hanya berakibat anak buah tidak belajar tapi terfokus menyembunyikan kesalahan apapun caranya. Pointnya disini anda menjadi leader karena mempunyai "kemampuan" lebih, nah tularkan kemampuan itu pada anak buah anda, sehingga segalanya bukan anda yang perlu turun tangan sendiri.
Menjadi Conselor => anda harus menjadi conselor, hal ini wajar setelah anda menjadi pelatih yang mengajarkan segala sesuatu tentang kemampuan bekerja, selalu ada hal-hal yang unik dari tiap masalah, anak buah butuh tempat berkonsultasi, tempat bertanya, agar kualitas pekerjaannya semakin sempurna. Larangan keras untuk berkata " Itu kan pekerjaanmu, masak begitu saja tidak bisa ! "
Menjadi Coordinator => anda harus menjadi coordinator, setiap tugas mempunyai spesifikasi pembagian keahlian tersendiri, pepatah "the right man on the right place" menjadi mutlak disini. Kesalahan anak buah sebenarnya adalah point terakhir yang harus ditindak jika terjadi kegagalan tugas. Karena tatacara koordinasi pelaksanaan tugas itulah yang memungkinkan apakah anak buah bekerja maksimal atau tidak. Jika sedikit saja ada koordinasi yang salah dapat "mengacaukan" keseluruhan rencana. Oleh karena itu penting kiranya leader itu mempunyai visi dan perencanaan yang terus dikaji potensi keberhasilannya.
Menjadi Commando => anda yang merencanakan, anda pula yang harus menjadi contoh di depan. Tidak sebaliknya menjadikan anak buah sebagai "kelinci percobaan". Anda adalah sopir kendaraan besar organisasi anda, jadi anda yang menentukan arah organisasi. Jangan berpikir "belajar dari kesalahan yang dialami" ini berarti anda berpikir menunggu ada korban baru organisasi dapat belajar. Justru sebaliknya anda sudah harus dapat melihat potensi problem dan menemukan celah solusi selanjutnya anda yang mengarahkan tim anda untuk bergerak menuju solusi tersebut. Nah disinilah, disiplin anda tanamkan sebagai keseragaman arah kerja.
--- 4 Hal Negatif,
Menjadi Sok kuasa/ Nge-Boss, tidak ada gunanya menjadi orang yang selalu ditakuti, dan dituruti perintahnya karena hal ini menjebak dan memperbodoh pikiran anda sendiri untuk kreatif menyelesaikan masalah dengan cara terbaik bersama anak buah
Menjadi sekedar Messenger, kalau anda dibayar "lebih" hanya untuk sekedar menjadi penyampai pesan dari bos besar anda, betapa rugi perusahaan anda. Sebaiknya sewa saja mikropon saja. Karena Bos besar memang message-nya akan selalu singkat, nah perlu ada pengejawantahan dalam perintah2 aplikatif agar roda organisasi berjalan lancar
Menjadi lips sticker, anda tidak boleh hanya "berlindung" dibalik ucapan-ucapan orang yang lebih berkuasa padahal belum tentu benar. Anda tidak bisa memakai kalimat sakti .." .. menurut petunjuk Bapak Pimpinan .." untuk menyelesaikan setiap masalah yang terjadi.
Menjadi seorang "Watch-Dog", sekedar berdiri mengawasi dengan tampang jutek, mencari-cari kesalahan anak buah juga harus dihindari. Karena semakin anda mencari kesalahan orang lain, orang lain tidak akan terfokus bekerja dengan baik namun sebaliknya hanya akan sibuk sendiri berusaha "kucing-kucingan" menyembunyikan kesalahan dengan berbagai cara. Akibatnya sudah jelas produktivitas tidak akan berkembang karena segala sesuatu dikerjakan denga penuh keterpaksaan
nah point-point diatas penting kiranya untuk diperhatikan , silakan anda renungkan sudahkah keempat hal diatas selalu anda lakukan. Atau jika anda belum mendapat kesempatan mendapat "cobaan" sebagai pemimpin, semoga hal-hal tersebut diatas menjadi inspirasi bagi perbaikan yang akan anda bawa dalam organisasi/tim yang kelak anda pimpin.
Siapapun anda, terlahir dengan bakat leadership atau tidak, anda tetap harus belajar menjadi pemimpin dimana pointnya bukan menjadi orang yang memerintah dan diberi kekuasaan. Pemimpin sudah seharusnya menjadi seorang pelayan mengatur hidangan menu organisasi agar semua anggotanya dapat menyantap dengan nikmat
~~~~~~~~~
RAHASIA ISTRI SEMPURNA
1.. Seorang Istri yang cantik, pintar bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal yang penting.
2.. Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
3.. Seorang Istri yang pengertian,saleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya... sangatlah penting.
4.. Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir bathin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.
5.. Tapi yang PALING PENTING adalah, keempat istri-istri tersebut di atas tidak saling mengenal satu sama lainnya.
Waayyyooooooooo.....
2.. Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
3.. Seorang Istri yang pengertian,saleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya... sangatlah penting.
4.. Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir bathin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.
5.. Tapi yang PALING PENTING adalah, keempat istri-istri tersebut di atas tidak saling mengenal satu sama lainnya.
Waayyyooooooooo.....
Bob Sadino: ‘Saya Tidak Punya Mimpi’
Siapa tak mengenal sosok yang satu ini? Dengan gaya yang sangat santai dan cenderung
nyeleneh, akan tetapi banyak orang mengejarnya laksana selebritis hanya untuk mengetahui atau memperoleh jurus-jurus jitu seorang pengusaha besar dan sukses. Dialah, Bob Sadino, sang Maestro Entrepreneur.
Dalam seminar bertajuk “The Power of Bisnis” yang digelar Jakarta Enterprener Club (Jakec) di Gedung Lafonte Sarinah, Jakarta, Bob Sadino didaulat menjadi narasumber. Sebagai seorang pengusaha yang sukses, Bob Sadino memberikan banyak pengalaman kepada
para pengusaha muda melalui forum yang dipandu oleh Nadia Ardiyawinata. Om Bob, demikian sapaan mesra Bob Sadino, tentu saja menjawab beberapa pertanyaan sejumlah peserta dengan jawaban nyeleneh namun cukup mengena bagi siapa saja yang mendengar.
“Apa kiat Om Bob sebagai seorang pengusaha yang sukses, karena saya baru menjadi pengusaha dan bagaimana menyiasati karena saya banyak hutang, apa kiatnya?” tanya seorang pengusaha dari Bandung.
Menjawab pertanyaan itu, Om Bob langsung mencoba berbagi pengalaman dengan para peserta seminar. “Jangan tanya kiat. Saya nggak punya kiat, coba anda jelaskan apa itu kiat? anda sendiri tidak bisa menjelaskan apa itu kiat kan ? Ada sesuatu gejala para pengusaha muda cenderung ingin mengambil jalan pintas menjadi pengusaha, kita terjebak ! Pada saat sekolah, otak kita terstruktur bahwa berusaha itu harus untung. Kalau anda berusaha kemudian rugi anda menyesal, apakah dagang itu cari untung? Coba jawab? Kalau cari rugi apakah salah?” tanya Bob kembali agak keras. Oleh karena itu, kata Om Bob, harus diubah cara berpikir tentang untung dan rugi dalam berusaha. “Tolong disadari, rugi atau untung itu bagian dari usaha. Karena itu harus jalan terus,” kata Om Bob yang disambut riuh oleh para peserta forum.
Forum yang dimulai pukul 9.00 WIB semakin meriah dengan jawaban Bob Sadino kepada para penanya yang sedikit serius namun sangat mengena untuk para pengusaha muda peserta forum bisnis ke II.
Menjelang siang, acara tetap berlangsung semakin meriah karena pengalaman maestro entrepreneur ini sangat berguna bagi mereka dalam berusaha.
“Bagaimana cara menyiasati semangat saya yang naik turun dan bagaimana sukses yang lebih dari orang lain,” tanya seorang pengusaha dari Jakarta kepada nara sumber.
Lontaran pertanyaan itu langsung diputar balik oleh Om Bob. “Coba anda jelaskan tentang sukses? Toh anda sendiri nggak tahu kan? Pertanyaannya adalah sebuah modal. Anda rasakan sendiri ternyata bertanya itu sulit kan?”
Modal pena dan kertas saja
Pengusaha sukses yang tidak pernah lepas dari pakaian kesehariannya, yaitu kemeja santai dan celana pendek ini kemudian memberikan tips-tips bermanfaat untuk generasi muda yang ingin terjun menjadi seorang enterprener.
Pertama, sukses bukan beban, tapi lakukan sesuatu yang membuat diri kita menjadi rilexs (nyaman).
Kedua, kita bisa berbuat banyak apabila usaha tersebut kita senangi. “Rezeki sudah diatur oleh Tuhan, jangan jadikan sukses sebagai tujuan. Saya nggak punya kiat, tapi jalan saja terus,” cetusnya.
Sang Maestro kemudian menceritakan bagaimana bisa menjadi seorang pengusaha besar sampai sekarang ini. Bob Sadino yang dahulu bekerja di Djakarta Lyod dengan gaji cukup dan fasilitas memadai ini lalu memutuskan keluar dari perusahaan tersebut. “Saya tidak mau bekerja, saya bilang pada istri saya. Istri saya tidak ada komentar,” ucap Bob mengenang masa lalunya yang pernah menjadi sopir taxi gelap pada tahun 70 dan menjadi kuli bangunan.
Om Bob bercerita bagaimana telur yang ada di Indonesia berbeda dengan telur yang ada di Eropa. Karena perbedaan itulah, ia ambil pena dan kertas kemudian meminta kepada temannya yang di Eropa untuk mengirim ayam yang bisa bertelur dan meminta majalah, atau brosur tentang beternak ayam petelur yang pada waktu itu di Indonesia belum ada. Ayam yang di kirim dari Eropa tersebut dipelihara dan kemudian bertelur sampai sekitar 5 kg banyaknya. Karena cukup untuk makan, sebagian telur kemudian dijual ke tetangganya. Ternyata, tidak ada tetangganya yang mau memakan telur itu, karena telurnya berbeda. Hingga akhirnya ada tetangganya yang orang asing mau membeli telur ayamnya. “Setelah telur saya jual kepada mereka, kemudian saya ditanya oleh mereka, mana daging ayamnya,” ujarnya. Bob pun kemudian menulis surat lagi kepada temannya yang di Eropa untuk mengirimkan ayam yang khusus untuk diambil dagingnya, dipelihara dan dijual khusus dagingnya saja. “Jadi modal saya awal adalah secarik kertas dan pena, saya hanya punya Impuls (reflek) ketika melihat perbedaan telur tersebut. Saya tidak punya mimpi, karena saya tidak sedang tertidur. Lakukan dengan mata terbuka, jadi tidak ada mimpi untuk saya. Saya juga tidak pernah ditanya oleh orangtua saya tentang cita-cita waktu saya kecil,” katanya menjelaskan kepada penanya tentang mimpi menjadi pengusaha sukses dan cita-citanya waktu kecil. IR/RW
sumber : Gemari Edisi 90/Tahun IX/Juli 2008
~~~~~~~~~~~
Catatan :
>> JIKA ADA BISNIS YANG MASUK AKAL yang bisa dikerjakan, FOKUS dan lakukan saja dengan SERIUS, jangan berhenti ditengah jalan, hadapi dan nikmati saja lika liku perjalanannya !
nyeleneh, akan tetapi banyak orang mengejarnya laksana selebritis hanya untuk mengetahui atau memperoleh jurus-jurus jitu seorang pengusaha besar dan sukses. Dialah, Bob Sadino, sang Maestro Entrepreneur.
Dalam seminar bertajuk “The Power of Bisnis” yang digelar Jakarta Enterprener Club (Jakec) di Gedung Lafonte Sarinah, Jakarta, Bob Sadino didaulat menjadi narasumber. Sebagai seorang pengusaha yang sukses, Bob Sadino memberikan banyak pengalaman kepada
para pengusaha muda melalui forum yang dipandu oleh Nadia Ardiyawinata. Om Bob, demikian sapaan mesra Bob Sadino, tentu saja menjawab beberapa pertanyaan sejumlah peserta dengan jawaban nyeleneh namun cukup mengena bagi siapa saja yang mendengar.
“Apa kiat Om Bob sebagai seorang pengusaha yang sukses, karena saya baru menjadi pengusaha dan bagaimana menyiasati karena saya banyak hutang, apa kiatnya?” tanya seorang pengusaha dari Bandung.
Menjawab pertanyaan itu, Om Bob langsung mencoba berbagi pengalaman dengan para peserta seminar. “Jangan tanya kiat. Saya nggak punya kiat, coba anda jelaskan apa itu kiat? anda sendiri tidak bisa menjelaskan apa itu kiat kan ? Ada sesuatu gejala para pengusaha muda cenderung ingin mengambil jalan pintas menjadi pengusaha, kita terjebak ! Pada saat sekolah, otak kita terstruktur bahwa berusaha itu harus untung. Kalau anda berusaha kemudian rugi anda menyesal, apakah dagang itu cari untung? Coba jawab? Kalau cari rugi apakah salah?” tanya Bob kembali agak keras. Oleh karena itu, kata Om Bob, harus diubah cara berpikir tentang untung dan rugi dalam berusaha. “Tolong disadari, rugi atau untung itu bagian dari usaha. Karena itu harus jalan terus,” kata Om Bob yang disambut riuh oleh para peserta forum.
Forum yang dimulai pukul 9.00 WIB semakin meriah dengan jawaban Bob Sadino kepada para penanya yang sedikit serius namun sangat mengena untuk para pengusaha muda peserta forum bisnis ke II.
Menjelang siang, acara tetap berlangsung semakin meriah karena pengalaman maestro entrepreneur ini sangat berguna bagi mereka dalam berusaha.
“Bagaimana cara menyiasati semangat saya yang naik turun dan bagaimana sukses yang lebih dari orang lain,” tanya seorang pengusaha dari Jakarta kepada nara sumber.
Lontaran pertanyaan itu langsung diputar balik oleh Om Bob. “Coba anda jelaskan tentang sukses? Toh anda sendiri nggak tahu kan? Pertanyaannya adalah sebuah modal. Anda rasakan sendiri ternyata bertanya itu sulit kan?”
Modal pena dan kertas saja
Pengusaha sukses yang tidak pernah lepas dari pakaian kesehariannya, yaitu kemeja santai dan celana pendek ini kemudian memberikan tips-tips bermanfaat untuk generasi muda yang ingin terjun menjadi seorang enterprener.
Pertama, sukses bukan beban, tapi lakukan sesuatu yang membuat diri kita menjadi rilexs (nyaman).
Kedua, kita bisa berbuat banyak apabila usaha tersebut kita senangi. “Rezeki sudah diatur oleh Tuhan, jangan jadikan sukses sebagai tujuan. Saya nggak punya kiat, tapi jalan saja terus,” cetusnya.
Sang Maestro kemudian menceritakan bagaimana bisa menjadi seorang pengusaha besar sampai sekarang ini. Bob Sadino yang dahulu bekerja di Djakarta Lyod dengan gaji cukup dan fasilitas memadai ini lalu memutuskan keluar dari perusahaan tersebut. “Saya tidak mau bekerja, saya bilang pada istri saya. Istri saya tidak ada komentar,” ucap Bob mengenang masa lalunya yang pernah menjadi sopir taxi gelap pada tahun 70 dan menjadi kuli bangunan.
Om Bob bercerita bagaimana telur yang ada di Indonesia berbeda dengan telur yang ada di Eropa. Karena perbedaan itulah, ia ambil pena dan kertas kemudian meminta kepada temannya yang di Eropa untuk mengirim ayam yang bisa bertelur dan meminta majalah, atau brosur tentang beternak ayam petelur yang pada waktu itu di Indonesia belum ada. Ayam yang di kirim dari Eropa tersebut dipelihara dan kemudian bertelur sampai sekitar 5 kg banyaknya. Karena cukup untuk makan, sebagian telur kemudian dijual ke tetangganya. Ternyata, tidak ada tetangganya yang mau memakan telur itu, karena telurnya berbeda. Hingga akhirnya ada tetangganya yang orang asing mau membeli telur ayamnya. “Setelah telur saya jual kepada mereka, kemudian saya ditanya oleh mereka, mana daging ayamnya,” ujarnya. Bob pun kemudian menulis surat lagi kepada temannya yang di Eropa untuk mengirimkan ayam yang khusus untuk diambil dagingnya, dipelihara dan dijual khusus dagingnya saja. “Jadi modal saya awal adalah secarik kertas dan pena, saya hanya punya Impuls (reflek) ketika melihat perbedaan telur tersebut. Saya tidak punya mimpi, karena saya tidak sedang tertidur. Lakukan dengan mata terbuka, jadi tidak ada mimpi untuk saya. Saya juga tidak pernah ditanya oleh orangtua saya tentang cita-cita waktu saya kecil,” katanya menjelaskan kepada penanya tentang mimpi menjadi pengusaha sukses dan cita-citanya waktu kecil. IR/RW
sumber : Gemari Edisi 90/Tahun IX/Juli 2008
~~~~~~~~~~~
Catatan :
>> JIKA ADA BISNIS YANG MASUK AKAL yang bisa dikerjakan, FOKUS dan lakukan saja dengan SERIUS, jangan berhenti ditengah jalan, hadapi dan nikmati saja lika liku perjalanannya !
TOPI NEGATIF
By : Dadang Kadarusman
Siapa pemakai TOPI NEGATIF ?
Pemakai TOPI NEGATIF adalah orang orang selalu menanggapi apapun secara negatif. Orang-orang yang selalu memandang NEGATIF terhadap PEMIKIRAN, GAGASAN dan PENDAPAT orang lain. Orang orang yang selalu berusaha mencari celah dan menemukan sisi buruknya. Apapun yang dikatakan orang selalu ditanggapi NEGATIF. Selalu berdiri disudut pandang yang NEGATIF.
Hasilnya, dia tidak mendapatkan manfaat apapun dari apa yang disampaikan orang.
Apakah anda seorang pemakai TOPI NEGATIF ?
Orang-orang yang hanya cerdas IQ tapi rendah EQ (SIKAP), sering dilanda frustrasi karena kegagalannya untuk meraih penerimaan orang lain atas ’kecanggihan’ dirinya.
Orang paling cerdas sekalipun tidak mampu menemukan semua solusi. Sehingga, kesediaan kita untuk menerima gagasan dan masukan dari orang lain dengan HATI dan PIKIRAN yang BERSIH adalah faktor yang paling penting dalam mencapai keberhasilan.
Faktor penting lainnya adalah KOMUNIKASI. Komunikasi yang baik adalah bukan hanya ISI atau KONTEN yang harus baik, melainkan juga bagaimana CARA MENYAMPAIKAN.
Konflik sering terjadi karena salah satu pihak merasa benar sendiri.
TIPS Menghindari Konflik :
(1) Menghargai hak orang lain untuk menyampaikan gagasan,
(2) Membuka diri akan kemungkinan kebenaran pihak lain,
(3) Menempuh jalan elegan saat berbeda pendapat,
(4) Jikapun tidak bisa mencapai kata sepakat, junjung tinggilah norma yang berlaku dimasyarakat.
~~~~~~~
Siapa pemakai TOPI NEGATIF ?
Pemakai TOPI NEGATIF adalah orang orang selalu menanggapi apapun secara negatif. Orang-orang yang selalu memandang NEGATIF terhadap PEMIKIRAN, GAGASAN dan PENDAPAT orang lain. Orang orang yang selalu berusaha mencari celah dan menemukan sisi buruknya. Apapun yang dikatakan orang selalu ditanggapi NEGATIF. Selalu berdiri disudut pandang yang NEGATIF.
Hasilnya, dia tidak mendapatkan manfaat apapun dari apa yang disampaikan orang.
Apakah anda seorang pemakai TOPI NEGATIF ?
Orang-orang yang hanya cerdas IQ tapi rendah EQ (SIKAP), sering dilanda frustrasi karena kegagalannya untuk meraih penerimaan orang lain atas ’kecanggihan’ dirinya.
Orang paling cerdas sekalipun tidak mampu menemukan semua solusi. Sehingga, kesediaan kita untuk menerima gagasan dan masukan dari orang lain dengan HATI dan PIKIRAN yang BERSIH adalah faktor yang paling penting dalam mencapai keberhasilan.
Faktor penting lainnya adalah KOMUNIKASI. Komunikasi yang baik adalah bukan hanya ISI atau KONTEN yang harus baik, melainkan juga bagaimana CARA MENYAMPAIKAN.
Konflik sering terjadi karena salah satu pihak merasa benar sendiri.
TIPS Menghindari Konflik :
(1) Menghargai hak orang lain untuk menyampaikan gagasan,
(2) Membuka diri akan kemungkinan kebenaran pihak lain,
(3) Menempuh jalan elegan saat berbeda pendapat,
(4) Jikapun tidak bisa mencapai kata sepakat, junjung tinggilah norma yang berlaku dimasyarakat.
~~~~~~~
Yang Terbesar Dalam Kehidupan Karyawan / Pegawai
Motivasi terbesar adalah naik gaji.
Kesialan terbesar adalah promosi tanpa kenaikan gaji.
Kejutan terbesar adalah bekerja biasa tapi tiba-tiba gaji naik.
Bakat terbesar adalah berpura-pura sibuk tapi tak melakukan apa-apa.
Kesalahan terbesar adalah membantah bos.
Penurun semangat terbesar adalah terlambat menerima gaji.
Kebahagiaan terbesar adalah menjadi bos dari bos sekarang.
Kecerdikan terbesar adalah datang terlambat tapi bos tidak tahu.
Ketololan terbesar adalah bilang pada orang lain bahwa kita ini malas.
Kebiasaan terbesar adalah bos mengatakan sesuatu padahal artinya lain.
Keinginan terbesar adalah memecat bos sendiri.
Kekesalan terbesar adalah anda bekerja keras tapi orang lain yang dipuji.
Kesedihan terbesar adalah tidak menerima gaji karena bos melarikan diri.
Kesialan terbesar adalah promosi tanpa kenaikan gaji.
Kejutan terbesar adalah bekerja biasa tapi tiba-tiba gaji naik.
Bakat terbesar adalah berpura-pura sibuk tapi tak melakukan apa-apa.
Kesalahan terbesar adalah membantah bos.
Penurun semangat terbesar adalah terlambat menerima gaji.
Kebahagiaan terbesar adalah menjadi bos dari bos sekarang.
Kecerdikan terbesar adalah datang terlambat tapi bos tidak tahu.
Ketololan terbesar adalah bilang pada orang lain bahwa kita ini malas.
Kebiasaan terbesar adalah bos mengatakan sesuatu padahal artinya lain.
Keinginan terbesar adalah memecat bos sendiri.
Kekesalan terbesar adalah anda bekerja keras tapi orang lain yang dipuji.
Kesedihan terbesar adalah tidak menerima gaji karena bos melarikan diri.
SUMBER UANG
Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh banyak orang dimana mereka tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri adalah PELUANG untuk mendapatkan UANG (SUMBER UANG).
Apa yang dibutuhan oleh orang = SUMBER UANG.
Produk / Jasa yang dibutuhkan banyak orang = SUMBER UANG.
Semakin banyak dan besar kebutuhan orang yang bisa terpenuhi = BANYAK UANG.
UANG kita peroleh adalah hasil dari kita memenuhi kebutuhan orang.
BEKERJA adalah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
GAJI adalah hasil dari jasa kita memenuhi kebutuhan perusahaan.
Mencari PELUANG adalah mencari apa yang kita bisa penuhi untuk kebutuhan orang dengan mereka membayarnya.
Setiap orang mencari PELUANG, mencari apa yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Apakah PELUANG yang sudah anda miliki bisa menjadi SUMBER PENGHASILAN yang TIDAK TERBATAS dan bisa menjadikan anda punya BANYAK UANG dan KAYA RAYA ?
Jika tidak, apakah anda PERLU dan HARUS mencari PELUANG PELUANG yang BARU ?
~~~~~~~
Apa yang dibutuhan oleh orang = SUMBER UANG.
Produk / Jasa yang dibutuhkan banyak orang = SUMBER UANG.
Semakin banyak dan besar kebutuhan orang yang bisa terpenuhi = BANYAK UANG.
UANG kita peroleh adalah hasil dari kita memenuhi kebutuhan orang.
BEKERJA adalah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
GAJI adalah hasil dari jasa kita memenuhi kebutuhan perusahaan.
Mencari PELUANG adalah mencari apa yang kita bisa penuhi untuk kebutuhan orang dengan mereka membayarnya.
Setiap orang mencari PELUANG, mencari apa yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Apakah PELUANG yang sudah anda miliki bisa menjadi SUMBER PENGHASILAN yang TIDAK TERBATAS dan bisa menjadikan anda punya BANYAK UANG dan KAYA RAYA ?
Jika tidak, apakah anda PERLU dan HARUS mencari PELUANG PELUANG yang BARU ?
~~~~~~~
Dua Butir Telur
By : Ilham Khairi
Dua butir telur sedang berdiskusi mau jadi apa mereka kelak.
Telur pertama berkata, “Aku ingin menjadi tiram... yang hanya diam saja dalam air dan makanan akan datang dengan sendirinya seiring dengan arus laut.”
Telur kedua tidak sependapat, “Aku ingin menjadi seekor elang yang bebas kemana pun dia ingin pergi dan bebas mengambil keputusan serta menentukan jalan hidupnya sendiri.”
Impian mereka pun menjadi menjadi kenyataan, telur pertama menjadi seekor tiram, telur kedua menjadi seekor elang. Namun, alam tidak berkata demikian. Arus laut yang terjadi tidak membawakan mereka makanan. Akhir cerita tiram itu mati karena kelaparan sedang elang itu tetap bisa hidup. Tiram tidak mau bersusah payah mengambil keputusan dan inisiatif, juga tidak mau bertanggung jawab terhadap siapa pun akhirnya mati terbawa arus lautan itu sendiri. Sedangkan seekor elang tidak harus mengikuti arus angin, tapi bisa mengatur dan kadang kala melawan arus angin ketika mencari makan.
---------
Hidup memang penuh pilihan. Dari cerita dua butir telur tadi...kita bisa memilih, ingin menjadi tiram yang cuma pasrah dan merasa puas dengan keadaan sekarang...atau seekor elang yang bebas menentukan hidupnya dan pergi kemana saja dia suka.
Kalau ingin seperti elang, kenapa tetap bermimpi menjadi tiram? Seorang pemenang akan berkata "Memang tidak mudah...tapi BISA!!!" Tapi seorang pecundang akan berkata "Memang bisa... tapi tidak mudah."
~~~~~~~~
PECUNDANG => "Memang bisa... tapi tidak mudah."
PEMENANG => "Memang tidak mudah...tapi BISA!!!"
~~~~~~~~~
Dua butir telur sedang berdiskusi mau jadi apa mereka kelak.
Telur pertama berkata, “Aku ingin menjadi tiram... yang hanya diam saja dalam air dan makanan akan datang dengan sendirinya seiring dengan arus laut.”
Telur kedua tidak sependapat, “Aku ingin menjadi seekor elang yang bebas kemana pun dia ingin pergi dan bebas mengambil keputusan serta menentukan jalan hidupnya sendiri.”
Impian mereka pun menjadi menjadi kenyataan, telur pertama menjadi seekor tiram, telur kedua menjadi seekor elang. Namun, alam tidak berkata demikian. Arus laut yang terjadi tidak membawakan mereka makanan. Akhir cerita tiram itu mati karena kelaparan sedang elang itu tetap bisa hidup. Tiram tidak mau bersusah payah mengambil keputusan dan inisiatif, juga tidak mau bertanggung jawab terhadap siapa pun akhirnya mati terbawa arus lautan itu sendiri. Sedangkan seekor elang tidak harus mengikuti arus angin, tapi bisa mengatur dan kadang kala melawan arus angin ketika mencari makan.
---------
Hidup memang penuh pilihan. Dari cerita dua butir telur tadi...kita bisa memilih, ingin menjadi tiram yang cuma pasrah dan merasa puas dengan keadaan sekarang...atau seekor elang yang bebas menentukan hidupnya dan pergi kemana saja dia suka.
Kalau ingin seperti elang, kenapa tetap bermimpi menjadi tiram? Seorang pemenang akan berkata "Memang tidak mudah...tapi BISA!!!" Tapi seorang pecundang akan berkata "Memang bisa... tapi tidak mudah."
~~~~~~~~
PECUNDANG => "Memang bisa... tapi tidak mudah."
PEMENANG => "Memang tidak mudah...tapi BISA!!!"
~~~~~~~~~
Baju-Baju Yang Menipu
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."
"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard." Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard." Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk.
Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS saat ini.
~~~~~~
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.
sumber : Internet.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."
"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard." Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard." Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk.
Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS saat ini.
~~~~~~
Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.
sumber : Internet.
Langganan:
Postingan (Atom)
villa aman D'sini sentul bogor The real account of Villa Aman D'sini sentul city desa bojong koneng kabupaten bogor con...
-
Pasti kita tidak pernah menyangka sebenarnya akar bahar adalah bahan pembuatan souvenir. Lihat saja di Kepulauan Bangka Belitung Suvenir ...